Ekschool.id- Kementerian ESDM membuat status siaga atau level III untuk Gunung Semeru. Hal ini berkaitan dengan peningkatan aktivitas vulkanik disertai erupsi dan gempa.
Dalam laporan yang diterima, terhitung sedikitnya 22 kali gempa dengan amplitudo 10-23 mm. Lama gempa berlangsung selama 63 sampai 157 detik.
Dengan status siaga tersebut, pemerintah memberikan beberapa rekomendasi untuk masyarakat. Yakni :
Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Kedua, Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Ketiga, Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.










