EKSCHOOL.ID, – Ourchetype menyajikan pameran interaktif dengan pendekatan multidisiplin. Pengunjung diajak terlibat menjelajahi beberapa ruang hingga bermuara pada mengenali kepribadian hingga berbagi pesan positif.

Pameran tersebut diselenggarakan di Hallway Space, Kota Bandung sejak Sabtu 16 Desember 2023 hingga pertengahan Januari tahun 2024. Setelah membayar tiket, pengunjung diminta mengikuti jalur untuk menuju enam ruangan, yang terbagi ke dalam tiga ruang utama dan tiga ruang jeda.

Di setiap ruang, ada petunjuk maupun pertanyaan yang harus harus diselesaikan sebelum melanjutkan perjalanan untuk mendapatkan jawaban persona diri. Semuanya berbasis arketipe yang merujuk pada teori psikologi analitik Carl Gustav Jung.

Ruang utama pertama bernama Ruang Baur. Pengunjung akan diberikan beberapa pertanyaan yang muncul melalui ponsel. Semua berhubungan untuk mencari tahu mengenai persona.

Usai dari sana, perjalanan berlanjut ke Ruang Singgung. Pengunjung diminta untuk mendengarkan suara dari jajaran telefon mengenai pernyataan negatif dan menilai mana yang paling membuat diri tersinggung.

Lanjut di ruang ketiga adalah Ruang imajiner. Pengunjung diminta memilih satu judul di antara desain buku-buku yang ada sebagai representasi diri.

Selain itu, terdapat tiga ruang jeda. Ruangan ini dibuat untuk para pengunjung yang menunggu giliran untuk menjelajah ruang utama.

Ruang jeda pertama bernama ruang citra untuk menumpahkan perasaan. Kemudian, Ruang Resah sebagai tempat mencurahkan keresahan dari tiga konteks, yakni orang terkasih, terdekat dan lingkungan sekitar.

Terakhir adalah Ruang berbagi. Pengunjung diminta untuk menuliskan kata-kata motivasi. Tulisan dalam secarik kertas itu dimasukkan ke dalam pos. Setelah itu, pengunjung yang sama membawa secarik kertas berisi tulisan motivasi dari pengunjung lain.

Hasil dari perjalanan tersebut akan didapatkan melalui ponsel berupa karakter diri dan penjelasan singkat berdasarkan pendekatan ilmu psikologi. Ada hal baik yang bisa terus dipertahankan, ada pula sisi negatif yang bisa diperbaiki.

Andi Abdulqodir, Creative Director Ourchetype mengatakan bahwa konsep yang disuguhkan adalah melibatkan pengunjung dalam pameran secara interaktif sekaligus bisa berdampak pada setiap individu pengunjung yang datang.

“Kami ingin pameran lebih inklusif. Bukan pameran karya saja, tapi melibatkan pengunjung. Kami ingin apa yang kami suguhkan bisa memorable dan mengubah diri lebih baik.

Pria yang juga berprofesi sebagai designer consultant ini pun memastikan rancangan awal Ourchetype juga melibatkan psikolog yang memahami teori Carl Gustav Jung.

Di sisi lain, tujuan lain adalah adanya pameran ini bisa menghubungkan brand dan konsumen, pengunjung dan ruang publik, bahkan antar pengunjung. Pengunjung pameran yang sudah mengetahui hasil perjalanan dalam pameran akan mendapat informasi mengenai brand atau makanan yang sesuai dengan hasil kepribadiannya.

“Kalau ingin coba mendapatkan informasi mengenai personality paling fun, bisa datang ke sini. Teman-teman akan mengenal diri dan sekitar. Ini pameran tentang kamu,” terang dia.

Sementara itu, Faizal Budiman, salah seorang pengelola Hallway Space optimistis pengunjung yang terlibat dalam pameran Ourchetype bisa mencapai lebih dari 8 ribu orang.

“Momen libur natal dan tahun baru, kami optimistis bahwa angka kunjungannya bisa banyak,” terang dia.

“Tapi pameran ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap industri kreatif. Spiritnya sama. Mudah-mudahan apa yang kami hadirkan bisa berkesan. Harga tiketnya kalau weekday Rp 15 ribu, kalau weekend Rp 20 ribu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *