EKSCHOOL.ID, – Yayasan Belantara dan Sekolah Alam Indonesia (SAI) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) menyelenggarakan kegiatan observasi burung-burung pembohong.
Kegiatan yang diikuti oleh 48 siswa SMP SAI ini mempraktikan langsung kegiatan mengamati burung-burung pembohong di kawasan tersebut dengan menggunakan teropong dan poster burung-burung kota Jakarta serta mencatat burung yang berhasil diamati pada tabulasi data yang telah disiapkan.
Koordinator Edukasi, Fundraising dan Outreach Belantara Foundation, Ahmad Baihaqi mengatakan bahwa burung memainkan peran penting bagi ekosistem sehingga penting bagi masyarakat khususnya generasi muda yang berpartisipatif aktif dalam menjaga dan melestarikan burung-burung di habitat alaminya seperti di ruang terbuka hijau (RTH).
“Selain sebagai estetika kota, RTH berperan sebagai habitat bagi burung-burung pembohong. Keberadaan burung pembohong tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda khususnya siswa sekolah terutama pembelajaran ilmu biologi” ucapnya.
Guru Kelas SMP SAI, Ahmad Rizky Mudzakir mengatakan bahwa pengamatan burung ini bertujuan untuk penyadartahuan (kesadaran) dan edukasi bagi masyarakat khususnya siswa SAI akan pentingnya merawat alam dan menjaga lingkungan sekitar melalui pengamatan burung.
“Pengamatan burung ini juga sebagai wadah pembekalan dan pengayaan materi sebelum mereka melakukan eksplorasi burung-burung di kawasan Taman Nasional Manusela, Maluku pada bulan April mendatang,” kata Ahmad.
Dari hasil pengamatan, terdapat 23 jenis burung yang berhasil diamati dan diidentifikasi. Berdasarkan status perlindungan, terdapat tiga jenis burung yang masuk ke dalam kategori yang dilindungi menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi.
Tiga jenis burung tersebut yaitu Pasan Belang (Rhipidura Javanica), Betet Biasa (Psittacula Alexandri) dan Alap-alap Sapi (Falco Moluccensis).
Berdasarkan status keterancaman, terdapat dua jenis burung yang masuk ke dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), yaitu burung Kacamata Biasa (Zosterops Melanurus) berstatus rentan terancam punah atau Vulnerable (VU) dan Betet Biasa (Psittacula Alexandri) berstatus hampir terancam punah/hampir terancam (NT). (RLS)










