EKSCHOOL.ID, – Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat menggelar Pasar Murah 2026 di enam kabupaten/kota selama tiga hari pada 20-22 Mei 2026.

Program ini menjadi salah satu langkah Pemprov Jabar menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Iduladha.

Kepala Disperindag Jabar, Nining Yuliastiani mengatakan, pasar murah digelar di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kota Cirebon, dan Kota Tasikmalaya.

“Sekitar 6.000 pengunjung hadir memadati lokasi pasar murah di berbagai daerah untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar,” kata Nining, dalam keterangan tertulisnya, Senin 25 Mei 2026.

Sejak pagi hari, warga tampak mengantre di sejumlah tenant yang menyediakan berbagai kebutuhan pangan. Mayoritas pengunjung merupakan ibu rumah tangga yang memanfaatkan pasar murah untuk berbelanja kebutuhan Iduladha dengan harga lebih hemat.

Suasana pasar murah berlangsung ramai namun tetap tertib. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari cepatnya sejumlah komoditas pangan diserbu pembeli.

Dalam kegiatan tersebut, Disperindag Jabar menyediakan beragam kebutuhan pokok, mulai dari 12 ton beras SPHP, 2,75 ton beras medium, hingga 5,93 ton beras premium.

Selain itu tersedia pula 10.320 liter minyak goreng Minyakita, 2.430 liter minyak goreng premium, 2.638 kilogram gula pasir, 1.070 kilogram tepung terigu, hingga ratusan kilogram cabai, bawang merah, bawang putih, telur ayam, daging ayam ras, dan daging sapi.

Tak hanya bahan pangan pokok, pasar murah juga menyediakan sayuran segar, buah-buahan, produk perikanan, hingga aneka pangan olahan dari 38 pelaku UMKM binaan.

Seluruh komoditas dijual dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar. Harga murah tersebut bisa terwujud berkat kolaborasi antara produsen, distributor, BUMN, pelaku usaha ritel, serta dukungan subsidi distribusi dari pemerintah.

Menurut Nining, masyarakat juga diuntungkan karena dapat membeli kebutuhan pokok langsung dari produsen dan distributor tanpa rantai distribusi panjang.

“Kami berharap kegiatan Pasar Murah 2026 dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, memperkuat keterjangkauan pangan bagi masyarakat, serta mendukung pengendalian inflasi daerah menjelang Iduladha,” ujarnya.

Pelaksanaan Pasar Murah Iduladha 2026 turut berkolaborasi dengan program Gerakan Pangan Murah dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia, Perum Bulog, ID Food, pemerintah kabupaten/kota, hingga Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia atau APRINDO.

 

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.