EKSCHOOL.ID, – Di tengah kesibukannya sebagai pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru, Maryam diam-diam tengah menapaki jalan menuju panggung pendidikan dunia. Siswi Program Cambridge itu sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan diterima di 22 perguruan tinggi luar negeri sekaligus mengamankan empat beasiswa internasional bergengsi.

Pencapaian tersebut menjadi buah dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Maryam harus membagi waktu antara kegiatan belajar di madrasah, mempersiapkan berbagai dokumen, hingga memenuhi beragam persyaratan untuk mendaftar ke kampus-kampus impiannya.

“Saya sangat bersyukur bisa diterima di berbagai kampus luar negeri. Tentunya perjalanan ini tidak mudah karena harus membagi waktu antara madrasah, persiapan dokumen, dan berbagai persyaratan lainnya. Saya berterima kasih kepada orang tua, guru, dan semua pihak yang selalu mendukung,” kata Maryam, dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat 12 Juni 2026.

Tak hanya meraih puluhan surat penerimaan, Maryam juga berhasil memperoleh empat beasiswa internasional, yakni Academic Merit Scholarship, STEM Scholarship, International Student Support Scholarship, dan CDU Global Merit Scholarship.

Nama Maryam kini tercatat di sejumlah universitas ternama yang tersebar di Australia, Selandia Baru, Inggris, hingga Amerika Serikat.

Di Australia, ia diterima di Monash University untuk program Applied Data Science Advanced, University of Adelaide dan Charles Darwin University pada program Bachelor of Science, serta Macquarie University pada bidang Biotechnology.

Selain itu, Maryam juga mendapat kesempatan belajar di Curtin University, Deakin University, Bond University, Swinburne University of Technology, dan Coventry University pada bidang Biomedical Science.

Tak berhenti di sana, sejumlah kampus lainnya juga membuka pintu bagi Maryam. Di antaranya University of Wollongong untuk Nutrition Science, Massey University untuk Food Technology, University of Southern Queensland untuk Food and Beverage Science, serta Leeds Beckett University pada program Data Science and Artificial Intelligence.

Sementara di Amerika Serikat, Maryam diterima di University of St. Thomas pada program Neuroscience-Biochemistry, Caldwell University untuk Biology-Forensic Track, dan DePaul University pada bidang Biochemistry.

Kesempatan serupa juga datang dari University of Canterbury dan Briar Cliff University pada bidang Environmental Science, The University of Waikato untuk Environmental Sciences dan Biomedical Sciences, Auckland University of Technology pada program Food Science dan Biomedical Science, Western Sydney University untuk Applied Data Science, hingga Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) pada program Bachelor of Science.

Bagi Maryam, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan orang tua dan para guru yang terus mendampinginya sepanjang proses pendaftaran.

Siswi Program Cambridge MAN 1 Pekanbaru itu menyadari bahwa perjalanan menuju kampus internasional bukanlah sesuatu yang instan.

“Tentunya perjalanan ini tidak mudah karena harus membagi waktu antara madrasah, persiapan dokumen, dan berbagai persyaratan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Bimbingan Konseling MAN 1 Pekanbaru, Yogi Nurfa Paramitasari, mengatakan keberhasilan Maryam merupakan hasil dari konsistensi dan komitmen yang dijaga selama ini.

Menurutnya, pendampingan kepada siswa dilakukan secara intensif, mulai dari pemilihan kampus, penyusunan personal statement, hingga kelengkapan dokumen yang dibutuhkan.

“Pencapaian ini tidak diraih secara instan. Mereka melewati proses yang panjang dan penuh tantangan. Kami di BK berupaya mendampingi murid agar mampu menemukan potensi terbaiknya dan percaya diri untuk mendaftar ke kampus-kampus internasional,” kata Yogi.

Kisah Maryam menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari mana saja. Dari ruang kelas sebuah madrasah di Pekanbaru, seorang siswi berhasil menembus puluhan kampus di empat benua.

Dan kini, setelah 22 pintu terbuka di hadapannya, Maryam tinggal menentukan satu pilihan untuk melanjutkan langkah menuju masa depan yang lebih besar.

 

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.