EKSCHOOL.ID, – Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Jawa Barat tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat menjadikannya momentum memperkuat kolaborasi, integrasi antarmoda, sekaligus mendorong transportasi yang aman, nyaman, tertib, dan ramah lingkungan.

Mengusung tema “Ti Urang, Ku Urang Pikeun Transportasi Jabar nu Merenah”, rangkaian Harhubnas 2026 berlangsung sejak 12 September hingga 18 September 2026. Tema tersebut selaras dengan tema nasional yang ditetapkan Kementerian Perhubungan, yakni “Menghubungkan Indonesia Untuk Masa Depan Lebih Maju.”

Rangkaian kegiatan diawali dengan pertandingan tenis meja pada 12 September 2026 di Kantor BPTD Kelas I Jawa Barat. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus membangun semangat sportivitas di kalangan insan perhubungan.

Kegiatan berlanjut pada 15 September 2026 melalui bakti sosial di Terminal Tipe A Leuwipanjang dan Stasiun Bandung. Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian insan perhubungan terhadap masyarakat sekaligus upaya mendekatkan pelayanan transportasi dengan para pengguna jasa.

Memasuki 17 September 2026, rangkaian Harhubnas diisi Rapat Koordinasi (Rakor) Perhubungan, pertandingan bola voli, aksi bersih-bersih pantai, serta ramah tamah bersama Bupati Pangandaran.

Rakor dan ramah tamah menjadi momentum memperkuat koordinasi serta sinergi dalam penyelenggaraan transportasi. Sementara kegiatan olahraga dan aksi kebersihan menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, Dishub Jabar juga menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan transportasi berkelanjutan melalui pemanfaatan kendaraan berbasis listrik.

Sejumlah angkutan umum dan bus listrik digunakan sebagai moda transportasi bagi para Kepala Dinas Perhubungan selama mobilitas dari satu lokasi kegiatan ke lokasi lainnya dalam rangkaian Harhubnas 2026.

Puncak peringatan Harhubnas Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 digelar pada 18 September 2026 melalui upacara di Bandara Nusawiru, Kabupaten Pangandaran, yang merupakan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Upacara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Kepala BPTD Kelas I Jabar, Bupati Pangandaran, Kepala Dinas Perhubungan kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta jajaran insan perhubungan di Jawa Barat.

Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan menekankan pentingnya membangun integrasi antarmoda sekaligus terus memperbaiki sistem logistik.

“Pada saat yang sama, kemajuan teknologi harus dimaksimalkan untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas pengawasan sesuai dengan pesan yang disampaikan oleh Menteri Perhubungan,” kata Erwan.

Puncak acara turut dimeriahkan pertunjukan demo terbang atau fly pass. Atraksi tersebut menggambarkan konektivitas dan sinergi antarmoda transportasi dalam menghubungkan berbagai wilayah.

Rangkaian Harhubnas 2026 kemudian ditutup dengan bakti sosial di Desa Kondangjajar dan Desa Cijulang, kawasan Bandara Nusawiru, Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian insan perhubungan kepada masyarakat di sekitar kawasan transportasi, sekaligus memperkuat hubungan antara penyelenggara transportasi dan masyarakat.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Dishub Jabar ingin menjadikan Harhubnas bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat semangat pelayanan dan kolaborasi.

Sebab, transportasi memiliki peran strategis dalam menghubungkan masyarakat, membuka akses terhadap berbagai kesempatan, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat konektivitas antarwilayah.

Semangat “Ti Urang, Ku Urang” mencerminkan bahwa kemajuan transportasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kemajuan tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh unsur perhubungan, mulai dari pemerintah, operator, insan transportasi, mitra kerja, hingga masyarakat sebagai pengguna layanan.

Sementara frasa “Pikeun Transportasi Jabar nu Merenah” menegaskan komitmen Dishub Jabar menghadirkan sistem transportasi yang semakin merenah—tepat, nyaman, aman, tertib, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jawa Barat.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.