Ekschool.id – Jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan se-derajat di Jawa Barat berjumlah 5.033 sekolah. Dari angka itu, baru 30 persen yang masuk kategori sekolah toleransi.

Sekolah toleransi itu apa sih? Ini tuh, program dari Dinas Pendidikan Jabar yang bertujuan menumbuhkan jiwa nasionalisme, anti radikalisme untuk penerus bangsa sejak dini.

Di pelajaran PPKn sendiri khususnya untuk tingkat SMA, juga diselipkan pendidikan antikorupsi yang digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan.

Belasan Desainer Indonesia Siap Memamerkan Karya Dalam side event New York Fashion Week 2023

SMA Negeri 1 Kota Depok ditetapkan sebagai sekolah toleransi pertama di Indonesia pada April 2022 lalu.

Kepala Disdik Jawa Barat, Dedi Supandi ingin sekolah toleransi terus bertambah. Langkah terbaru yang dilakukan adalah membahasnya dengan Kapolda Jabar, Irjen Suntana.

Dedi Supandi ingin kolaborasi dengan kepolisian bisa ditingkatkan di sekolah negeri maupun swasta.

“Pihak dari kepolisian bisa menjadi pembina upacara, terus ada latihan-latihan untuk ekstrakurikuler, dan lainnya,” kata dia.

“Sekolah toleransi di Jabar baru 30 persennya dari 5.033 sekolah. Itu pun hanya beberapa sekolah negeri. Targetnya, diharapkan pada tahun 2023-2024 terus berjalan sampai 50 persen,” Dedi melanjutkan.

Guys! Observatorium Bosscha udah Berusia Satu Abad

Soal banyaknya pelaku geng motor dari kalangan pelajar, isu ini juga menjadi hal yang dikerjasamakan dengan penguatan upaya preventif. Semua program disinergikan dengan program anti-radikalisme di lingkungan sekolah.

Kapolda Jabar, Irjen Suntana mengaku siap mendukung penuh program tersebut.

“Polisi mendukung, (seperti) penggunaan personel, fasilitas Polri, apapun untuk kebaikan dan sebagai dukungan untuk program ini,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *