EKSCHOOL.ID, – Oza Feby Mulyani (24), atlet cabang olahraga Finswimming asal Kota Bandung ini menjadi sorotan setelah memecahkan rekor 800 meter surface dengan kecepatan 3 menit 28 detik pada kejuaraan dunia 2022 di Thailand.
“Itu capaian tercepat di Indonesia, setidaknya untuk saat ini,” kata dia dikutip dari siaran pers Humas Kota Bandung.
Perjalanannya sampai bisa meraih dua medali perak SEA Games 2023 tidaklah mudah. Ia menggeluti olahraga air saat masih kelas 3 SD
Pada 2010, ia pernah menjajal berbagai seleksi kejuaraan. Mulai dari Kejurnas, Kejurda, dan beberapa ajang lainnya. Namun, ia gagal menjadi kampiun.
BACA JUGA INI GENGS…Beli Tiket Tahura Dibuat Lebih Praktis, Begini Caranya
Hingga akhirnya pada 2013, Oza mulai menekuni Fin Swimming sebagai cabang olahraga untuk dirinya meniti karier. Emang bedanya apa sih antara Fin Swimming sama olah raga renang?
“Kalau fin swimming, itu kita berenang dengan berbagai macam alat. Jadi bukan menyelam di dalam air,” terangnya.
Setahun setelah menekuni cabang olahraga ini, Oza meraih juara 3 estafet pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2014. Seakan menemukan momentum, berbagai prestasi didapatkan di berbagai ajang lain. Porprov 2018 juga diakui Oza melejitkan namanya berkat prestasi yang ia torehkan.
Sebelum mengikuti SEA Games 2023, sebetulnya Oza sempat menjajal untuk mengikuti SEA Games 2022 di Thailand. Namun, karena kondisi kesehatannya sedang tidak baik, ia dicoret dan tidak bisa mengikuti ajang tersebut.
Tak bisa tampil di ajang tersebut, ia pun mengikuti kejuaraan dunia di Thailand pada September 2022 silam. Tak sia-sia, rekor finswimming dengan jarak 400 meter dan 800 meter di Indonesia berhasil dipecahkan.
BACA JUGA INI GENGS…Kisah di Balik Medali Emas Clarita, Memutuskan Fokus Basket dari Sepakbola
“Rekor di Indonesia saat itu 3 menit 29 detik. Aku pecahkan jadi 3 menit 28 detik,” katanya.
Ia juga mengisahkan, pada dasarnya tidak ada syarat khusus untuk bisa masuk ke Pelatnas untuk mengikuti SEA Games. Atlet yang lolos ke Pelatnas diambil berdasarkan waktu tercepat atlet tersebut dalam sebuah kompetisi.
“Jadi finswimming itu, apa ya, olahraga terukur, begitu. Jadi begitu aku bisa memecahkan rekor, kan jadi yang tercepat se-Indonesia tuh. Otomatis aku kebawa ikut (Pelatnas),” terangnya.
Sebelum resmi menjadi salah satu kontinge dari Indonesia di ajang SEA Games 2023, proses karantina dijalaninya sejak September 2022 hingga Mei 2023. Berbagai pola latihan pun digeluti setiap hari.
Semua letih dan perjuangannya terbayar dengan menyabet dua medali perak pada gelaran SEA Games 2023. “Ini SEA Games pertama aku. Rasanya (mendapat medali) enggak bisa dijelasin sih, seneng banget,” katanya.
Oza pun mengingatkan kepada atlet muda untuk menjaga fokus dan memiliki ketekunan, kegigihan, serta keyakinan dalam menjalani latihan.
BACA JUGA INI GENGS…Mau jadi Tentara? Nih TNI AU Buka Penerimaan Anggota Pasukan Elit
Hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk berlatih. Ia bahkan nyaris tak punya waktu untuk bermain dengan teman-temannya.
“Subuh-subuh sudah turun untuk latihan, sampai jam 8 pagi. Latihan lagi jam 3 sore sampai jam 6. Praktis hanya punya waktu sebentar di siang hari untuk istirahat. Atau di malam hari, itu pun sebentar, untuk ngobrol dengan keluarga,” terangnya.
Ia meyakini, tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Rencananya ke depan, Oza menjawab saat ini ia sedang mengejar medali emas di berbagai kompetisi. Di depan matanya, ada kejuaraan dunia di China pada September mendatang, Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, dan juga SEA Games edisi berikutnya.
Sebagai penutup, Oza mengajak kita untuk sama-sama menjaga semangat dalam menekuni bidang yang kita sukai. Menurutnya, kesenangan saja tidak cukup membuahkan maksimal, sekalipun untuk bidang yang kita tekuni dan gemari.
“Jadi kalau memang mau menekuni sesuatu, senang saja enggak cukup. Perlu ada effort lebih dan memang harus mempersiapkan mental,” pungkasnya.










