EKSCHOOL.ID, – Menghabiskan waktu di alam ternyata memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental. Bahkan berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa healing di alam dapat menurunkan stres, kecemasan, serta depresi. 

Konsep pemikiran tentang kaitan alam dan manusia pernah dirumuskan oleh Theodore Roszak dari Universitas California pada tahun 1990-an. Konsep tersebut dinamakan ekopsikologi yang memiliki aspek penting bahwa struktur pikiran manusia didasari oleh produk alam.

Psikolog dan Penulis asal Hawaii, Rosemary K.M. Sword dan Philip Zimbardo mengatakan manusia hanya perlu waktu dua jam dalam seminggu untuk berada di alam, tidak lebih dan tidak kurang, untuk mendapatkan dampak positif. 

Dalam penelitian berjudul “Spending at least 120 minutes a week in nature is associated with good health and wellbeing” dari ResearchGate tahun 2019 oleh Matthew White yang dilakukan terhadap 20.000 orang yang menghabiskan waktu dua jam seminggu di lingkungan alam.

Hasilnya menunjukkan bahwa mereka merasa kesehatannya lebih baik. Waktu dua jam tersebut dapat dibagi dalam seminggu dan tidak harus dilakukan sekaligus.

Terdapat cara-cara lain yang bisa dilakukan untuk mendekatkan diri dan memanfaatkan alam. Penelitian dari PubMed Central tahun 2018 menyatakan bahwa berkebun bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik.

Hal tersebut terjadi ketika proses menggali tanah maka akan meningkatkan mikroba dalam tanah yang menghasilkan aerosol seperti mandi di hutan. Aerosol yang terhirup akan menstimulasi produksi serotonin dan membuat tubuh rileks.

Berkebun dengan menanam tanaman, bunga, atau merawat taman herba dalam pot adalah cara yang bisa dilakukan untuk menghadirkan alam di rumah. Bahkan hewan peliharaan juga bisa membantu terhubung dengan alam yang membuat diri lebih sehat dan bahagia.

Berbagai cara sebenarnya dapat dilakukan dengan sederhana, seperti meluangkan waktu untuk menikmati pepohonan, bunga, dan tanaman hijau. Bahkan hal tersebut bisa berkaitan pula dengan aspek spiritual.

Bahkan tak jarang pula yang lebih memilih untuk menikmati alam untuk mengekspresikan kegembiraan dan rasa syukur. Hal tersebut dapat dimaknai bahwa manusia lahir dari alam, hidup di Bumi, dan ketika mati akan kembali ke Bumi tanpa peduli keyakinan yang dianut.

Aktivitas tersebut sebetulnya telah lama dilakukan oleh orang-orang zaman dulu yang memiliki kebiasaan menjelajah hutan untuk mencari bimbingan dan berkomunikasi dengan Tuhan. Hal ini menandakan bahwa alam benar-benar berpengaruh, baik untuk kesehatan hingga spiritual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *