EKSCHOOL.ID, BANDUNG – Tahun 2023 ini ada prediksi ga enak nih soal perekonomian secara global. Banyak yang bilang potensi resesi bisa terjadi. Tapi, harus optimis dong yah.

Resesi itu apa sih? Resesi itu adalah kondisi perekonomian suatu negara memburuk dilihat dari dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang negative. Dampaknya, sektor riil menahan kapasitas produksinya sehingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan sering terjadi bahkan beberapa perusahaan mungkin menutup dan tidak lagi beroperasi.

Kinerja instrumen investasi akan mengalami penurunan sehingga investor cenderung menempatkan dananya pada bentuk investasi yang aman. Kemudian, daya beli masyarakat melemah sehingga lebih selektif menggunakan uang untuk pemenuhan kebutuhan terlebih dahulu.

Nah, masalah ini harus tetap diwaspadai. Tapi jangan sampai optimisme menghilang, seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo kepada jajaran menterinya. Upaya pemulihan ekonomi setelah pandemi harus dijaga momentunya.

“Instruksi dari Bapak Presiden kita harus waspada, optimistis tapi waspada. Optimistis karena pencapaian kita luar biasa di 2022, waspada karena tahun 2023 sepertiga dari dunia akan mengalami resesi atau 43 persen negara itu akan mengalami resesi menurut proyeksi IMF,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani pertengahan Januari lalu.

Pemerintah sudah menyiapkan strategi penggunaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2023. Beberapa di antaranya mengalokasikan Rp 104,2 triliun untuk belanja untuk ketahanan pangan.

Anggaran untuk sektor perlindungan sosial sebesar Rp476 triliun. Ketahanan Energi Rp 341 triliun, infrastruktut Rp 392 triliun. Semua itu tujuannya agar bisa tahan guncangan jika perekonomian dalam kondisi tak baik.

Sektor Kesehatan disiapkan Rp178 triliun, Pendidikan Rp612 triliun termasuk untuk keperluan tahapan Pemilu sebesar Rp21,86 triliun. Alokasi anggaran juga disiapkan untuk mempersiapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) Rp23,9 triliun, terutama untuk infrastrukturnya sebesar Rp21 triliun.

Kata Bu Sri Mulyani, itu adalah belanja yang penting di tahun 2023 untuk menjaga ekonomi Indonesia dari ancaman resesi global. Uang itu dari mana sih? Tentu sumbernya berasal dari penerimaan negara APBN Tahun 2022 terealisasi Rp2.626,4 triliun. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *