EKSCHOOL.ID, BANDUNG – Halo Gengs! Bagi kalian pecinta game khususnya e-sports, industri ini diprediksi akan terus meningkat. So, kalau kalian serius, bukan tidak mungkin kalian bisa menjadi salah satu bagian dalam industri ini.

Berdasarkan data International Esports Federation (IESF) pada tahun 2019, penggemar e-sports sudah mencapai 201,2 juta dengan rata-rata usia 13 hingga 35 tahun. Maka, tidak heran kalau pro player atau pemain potensial terus bermunculan.

Data Eschart menuliskan bahwa saat ini, Kenny Deo atau Xepher dari Tim T1 ini masih menjadi pemain dengan pendapatan tertinggi. Hadiah kemenangannya sudah mencapai US$373.080 atau sekitar Rp5,9 miliar. Adapun, Statista mencatat N0tail jadi pemain esports di dunia dengan penghasilan tertinggi mencapai US$7,18 juta.

Pada tahun 2021, Indonesia merupakan negara pendorong utama pertumbuhan industri esport di Asia Tenggara karena berkontribusi 43 persen dari total 274,5 juta. Selain itu Indonesia juga menyumbang pendapatan terbesar senilai 2,08 miliar dollar AS atau sekitar Rp 30 triliun rupiah.

Ketua E-Sports Indoensia (ESI) Kota Bandung, Dandan Riza Wardhana berharap perkembangan industri ini bisa ditangkap oleh pelaku di dalam negeri hingga skala regional. Beberapa caranya mulai memasifkan kompetisi hingga pameran.

“Kami ingin menyumbangkan atlet untuk mewakili Indonesia di turnamen internasional seperti Asian Games,” kata Dandan Riza Wardhana.

“Setelah pandemi, tentu keingingan dari sisi ekosistemnya harus bisa tumbuh lebih baik. Developer (pengembang) gim lokal juga menjadi concern kami, caranya bisa membuat expo secara reguler,” ia melanjutkan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *