EKSCHOOL.ID, – Orang yang percaya dengan astrologi Tiongkok, lahir di Tahun Naga disebut bisa memiliki jiwa yang kuat dan mandiri.
Selain itu, pribadinya memiliki tekad dan kepercayaan diri yang kuat, serta dikenal karena kecerdasan, kreativitas dan kualitas kepemimpinan mereka. Nah, Tahun 2024 nanti kebetulan adalah Tahun Naga.
Berhubungan atau tidak, permintaan bayi tabung tahun ini meningkat. Para orang tua ada yang ingin mengejar anaknya memiliki shio naga. Hal itu disampaikan Farah Delah Suhaimi, Direktur Malaysia Healthcare Travel Council Indonesia saat ditemui di Kota Bandung.
PPDB di Jabar Udah Dibuka, Kuotanya 300 Ribu Lebih
“Permintaan bayi tabung meningkat karena (istilahnya) ingin Baby dragon,” kata dia
Yup, Malaysia menjadi negara alternatif bagi orang Indoensia mendapatkan layanan Kesehatan. Kata dia sih harganya tidak terlalu mahal dibandingkan negara lain di kawasan Asean, Asia atau negara di benua lain.
Farah menyebut, sebelum pandemi Covid-19, angka kunjungan masyarakat Indonesia yang datang ke Malaysia sebanyak 600 ribu jiwa. Jumlahnya turun drastis pada saat wabah menyerang.
Setelah kedaruratan covid-19 mereda, Pada tahun 2022, warga Indonesia yang datang ke Malaysia untuk mendapat layanan medis dari berbagai rumah sakit swasta tercatat sekitar sebanyak 300 ribu jiwa.
Tim Riset ITB Berhasil Sulap Limbah Kotoran Sapi jadi Produk Sehari-hari
“Mayoritas layanan yang dibutuhkan berkaitan dengan penyakit Jantung, kanker, ortopedi, hingga bayi tabung,” kata dia.
Ia menegaskan bahwa hal ini bukan soal persaingan fasilitas Kesehatan mana yang lebih baik. Semua ini adalah soal alternatif. Apalagi dari sisi kultur hingga makanan, Malaysia memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia. Jaraknya pun tak terlalu jauh.
“Tidak ada persaingan. Rumah sakit di Malaysia dan Indonesia sudah banyak yang bekerjasama. Rumah Sakit di Malaysia adalah alternatif yang bisa dipilih, baik itu atas rekomendasi dokter atau karena ketiadaan fasilitas,” terang dia.
Nah, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato Syed Md Hasrin Tengku Hussin juga menyatakan bahwa hubungan Indonesia dengan Malaysia sangat baik dan kerap bekerjasama di berbagai sektor, salah satunya di sektor Kesehatan.
“Kerjasama di bidang kesehatan menjadi salah satu hal penting bagi kedua negara. Sudah ada beberapa kerjasama yang dilakukan. Riset hingga penelitian obat tradisional, pelatihan tenaga Kesehatan,” ucap dia.










