EKSCHOOL.ID, – Sifilis adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) dari infeksi bakteri Treponema pallidum. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyatakan angka kasus ini meningkat 70 persen dalam lima tahun terakhir.
Pada 2018 lalu, kasus sifilis yang terdeteksi berjumlah 12.484 orang. Hingga 2022 lalu, jumlahnya mencapai 20.783 kasus. Peningkatan itu dipengaruhi pula oleh jumlah skrining yang juga meningkat.
Kebanyakan dari penderita sifilis adalah ibu hamil yang ditularkan dari suami. Sebanyak 25 persen ibu hamil yang menderita sifilis dalam pengobatan. Sisanya, belum mendapatkan pengobatan karena malu.
BACA JUGA INI GENGS…Jutaan Warga Berobat ke Luar Negeri, Ratusan Triliun Devisa Hilang
Umumnya, penularan penyakit ini bermula dari hubungan seks, kontak langsung dengan penderita sifilis lain seperti menggunakan alat makan yang sama atau memakai pakaian yang sama, atau ibu hamil yang menularkan kepada janin di dalam kandungan.
Berdasarkan data Kemenkes, ada tiga daerah yang memiliki temuan kasus sifilis terbanyak di Indonesia tahun 2022.
Yang pertama adalah Papua. Di sana, terdapat 3.864 kasus positif dari 34.625 orang yang diperiksa. Dari jumlah itu, hanya 2.373 mendapatkan pengobatan.
Di urutan kedua, ada provinsi Jawa Barat. Di sana, terdapat 3.186 kasus positif sifilis dari 305.816 orang yang diperiksa. Dari temuan itu, 1.500 di antaranya mendapatkan pengobatan.
Kemudian, DKI Jakarta yang tercatat 1.897 pasien sifilis dari 71.037 jumlah skrining. Dari jumlah itu, 1.343 kasus yang menjalani pengobatan.
BACA JUGA INI GENGS…9.000 Kasus Nekrosis Pulpa Dirawat di RSKGM, Yuk Jaga Kesehatan Gigi
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melalui siaran pers tertulis mengatakan terus berupaya menekan sebaran kasus sifilis. Salah satunya, melakukan skrining terhadap populasi kunci dan ibu hamil sampai ke tingkat kecamatan.
Selain itu, dia memastikan obat-obatan untuk upaya penyembuhan penyakit sifilis telah didistribusikan ke puskesmas yang ada di Jabar. “Obat sifilis sudah disalurkan ke puskesmas-puskesmas,” kata dia.
Ridwan Kamil mengimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan gaya hidup yang sehat, khususnya dalam berinteraksi yang menjadi jalan masuknya penyakit sifilis.
“Yang terpenting kepada masyarakat hindari pola atau gaya hidup yang punya potensi terpapar kepada berbagai penyakit tidak hanya sifilis tapi penyakit-penyakit yang berhubungan dengan seksual dan lainnya harus diwaspadai,” ucapnya.










