EKSCHOOL.ID, – Patung Garuda yang menjadi ikon Istana Kepresidenan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara masih dalam tahap pengerjaan. Desain karya seniman I Nyoman Nuarta itu akan memiliki bobot setara 290 gajah dewasa.
Material yang dipilih untuk membuat patung tersebut mayoritas adalah baja dan kuningan karena dinilai memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca panas. Pembangunannya menggunakan 4.854 bilah selubung jika ditotal bobotnya kurang lebih 1.456 ton, membentang sepanjang 230 meter.
“Berat totalnya bisa disamakan dengan 290 gajah,” kata Nyoman.
BACA JUGA INI GENGS…Presiden Jokowi Meninjau Proses Pembuatan Patung Garuda Istana Kepresidenan
Ia memastikan penggunaan bahan baku mayoritas berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Artinya, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sudah terpenuhi.
Pengerjaannya dibagi dalam 17 segmen. Dalam sehari, ia bisa menyelesaikan 70 sampai 100 bilah selubung. Dengan kapasitas produksi tersebut, maka dibutuhkan waktu selama 464 hari untuk menyelesaikan ribuan bilah yang dibutuhkan.
Nyoman optimistis proses produksi yang sudah dimulai pada Februari 2023 ini bisa selesai sesuai dengan target yang sudah ditentukan Presiden Joko Widodo.
“Target selesai produksi bilah Januari 2024,” ujar dia.
Diketahui, pembangunan IKN Nusantara sudah tertuang dalam Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Pemerintah juga sudah menetapkan Titik Nol di kecamatan Samboja dan kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.










