EKSCHOOL.ID, – Indonesia diprediksi bakal kekurangan guru pada 2024. Bahkan, kekurannya diprediksi mencapai 1,3 juta guru.
Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nunuk Suryani, dalam keterangannya, Rabu (13/9/2023).
Menurut Nunuk data yang dia sampaikan berdasarkan data Kemendikbud yang menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai sebanyak 3,3 juta guru di sekolah negeri.
Sayangnya, pada tahun 2024 potensi kekurangan jumlah guru bisa terjadi karena beberapa sebab. Salah satunya, terdapat 70.000 guru yang masuk masa pensiun.
BACA JUGA INI GENGS…Mantap! Guru SDN 005 Babakan Ciparay Raih Beasiswa S2 di Monash University
Nunuk menyebut saat ini Kemendikbud terus melakukan langkah akseleratif seperti merekrut guru sebanyak 544.000 orang di tahun 2021 dan 2022. Untuk tahun ini, Kemdikbud menargetkan akan ada 600.000 guru yang direkrut meski pemerintah daerah masih mengusulkan sebanyak 300.000.
“Tahun 2024 memang masih ada kekurangan, namun jumlahnya tidak sampai 1,3 juta guru. Ini karena kami sudah melakukan mitigasi dari sekarang,” katanya.
Upaya lain yang dilakukan Kemendikbud menanggapi potensi tersebut adalah dengan membuat rekrutmen guru secara reguler dan melalui Ruang Talenta Guru atau yang lebih dikenal sebagai marketplace guru.
Platform digital tersebut menjadi wadah bagi guru-guru honorer untuk mendapatkan kesempatan diangkat menjadi guru tetap dan PNS.
“Melihat di mana tren supply dan demand guru yang hampir selalu tidak seimbang, Mas Menteri (Nadiem Makarim) menyampaikan dalam suatu forum dengan Komisi X DPR terkait Ruang Talenta Guru atau yang pada saat itu disebut marketplace,” ucapnya.
Selain itu, untuk mengantisipasi kekurangan guru di tahun 2024 ini perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak baik kementerian, pemerintah pusat, pemerintah daerah, kerjasama pemerintah-swasta, dan juga lembaga filantropi.
“Jadi kami sangat ingin berkolaborasi lebih erat dengan pihak swasta dan filantropi untuk pemenuhan guru dan menarik minat generasi muda untuk menjadi guru-guru berkualitas,” katanya.










