EKSCHOOL.ID, – Tingkat buta aksara di Indonesia diklaim mengalami penurunan setiap tahunnya. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyebut setiap tahunnya program penuntasan buta aksara terus digalakkan.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Iwan Syahril mengatakan, penurunan angka buta aksara ini adalah salah satu indikator dari keberhasilan pendidikan suatu negara.
“Melalui kebijakan Merdeka Belajar, masyarakat Indonesia dapat terus meningkatkan kompetensi literasi, numerasi, dan karakter anak bangsa, serta membangun pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan,” ujar Iwan Syahril dalam laman Kemdikbud dikutip Sabtu (23/9/2023).
“Peringatan HAI ini merupakan momen yang tepat bagi kita untuk memperkuat kembali komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pemulihan pembelajaran,” katanya.
Sejak tahun 1967, peringatan Hari Aksara Internasional rutin diselenggarakan di seluruh dunia setiap tanggal 8 September. Peringatan ini diselenggarakan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya literasi sebagai salah satu hak asasi manusia.
Berikut ini data Buta Aksara di Indonesia 2022.
Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, angka buta aksara di Indonesia usia 15-59 tahun tinggal 1,50 persen atau sekitar 2.666.859 orang. Jumlah ini menurun dibandingkan dengan data buta aksara tahun 2021 yaitu 1,56 persen atau sekitar 2.761.189 orang.
Melansir dari situs BPS, begini datanya berdasarkan usia di atas 15 tahun (provinsi dengan penulisan tebal termasuk sepuluh besar).
Aceh: 1,75%
Sumatera Utara: 0,89%
Sumatera Barat: 0,71%
Riau: 0,82%
Jambi: 1,90%
Sumatera Selatan: 1,35%
Bengkulu: 2,20%
Lampung: 2,75%
Kepulauan Bangka Belitung: 1,83%
Kepulauan Riau: 0,98%
DKI Jakarta: 0,31%
Jawa Barat: 1,51%
Jawa Tengah: 5,74%
DI Yogyakarta: 4,85%
Jawa Timur: 6,68%
Banten: 1,94%
Bali: 4,47%
Nusa Tenggara Barat: 11,03%
Nusa Tenggara Timur: 5,37%
Kalimantan Barat: 6,04%
Kalimantan Tengah: 0,88%
Kalimantan Selatan: 1,64%
Kalimantan Timur: 1,03%
Kalimantan Utara: 2,29%
Sulawesi Utara: 0,19%
Sulawesi Tengah: 1,95%
Sulawesi Selatan: 6,69%
Sulawesi Tenggara: 4,21%
Sulawesi Barat: 6,18%
Gorontalo: 1,58%
Maluku: 0,60%
Maluku Utara: 1,22%
Papua Barat: 2,36%
Papua: 18,81%










