EKSCHOOL.ID, – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus memiliki keberanian besar dalam menjalankan tugas, terutama dalam penegakan aturan, penindakan hukum, hingga pengamanan aset milik negara.

Menurut Dedi, keberanian Satpol PP sangat dipengaruhi oleh sikap kepala daerah. Pemimpin yang berani dan berada di garis depan akan melahirkan aparatur yang tegas dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

Hal itu disampaikan Dedi yang akrab disapa KDM saat memimpin Apel Gabungan Peringatan HUT Damkar ke-107, Satpol PP ke-76, dan Satlinmas ke-64 Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Alun-alun Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu 24 Juni 2026.

“Nyali Satpol PP itu tergantung nyali kepala daerah. Kalau kepala daerahnya berani, bertanggung jawab, selalu berada di barisan paling depan, maka Satpol PP akan berani menyelesaikan berbagai problem,” tegas KDM.

Ia mengatakan, keberanian Satpol PP bukan sekadar melakukan penertiban, tetapi juga menciptakan tata kelola lingkungan yang bersih, tertib, indah, dan memiliki nilai estetika.

KDM menilai, untuk melahirkan Satpol PP yang profesional, proses rekrutmen harus dilakukan secara serius dan tidak melalui sistem titipan.

Menurutnya, setelah melewati seleksi, anggota Satpol PP perlu mendapatkan pelatihan khusus selama tiga hingga empat bulan agar memahami tugas pokok sekaligus memiliki kesiapan fisik.

“Postur tubuh pantas, baju rapi, sepatu rapi. Tujuannya ada dua, pertama penegakan hukum, kedua pengamanan dan pengembalian aset,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, KDM juga memberikan pesan kepada personel Pemadam Kebakaran (Damkar), Linmas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar agar selalu menjadi pihak pertama yang hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Ia menyoroti peran Linmas yang selama ini kerap dipandang sebelah mata. Padahal, menurutnya, Linmas merupakan garda terdepan dalam menghadapi berbagai persoalan di tingkat desa.

“Keberadaan Linmas jangan disepelekan, dianggap hanya mengatur lalu lintas, hajatan, atau sekadar disuruh angkat kursi. Padahal mereka yang pertama menghadapi masalah di tingkat desa. Bekerja kadang sukarela dan hanya mendapat honor kecil,” kata KDM.

Pada apel tersebut, KDM juga memberikan apresiasi khusus kepada seorang anggota Linmas bernama Iwan yang telah mengabdi sejak era 1970-an.

Meski telah berusia 91 tahun, Iwan masih menunjukkan semangat pengabdian dan mampu mengikuti instruksi baris berbaris dengan sigap saat diuji langsung oleh gubernur.

Sebagai bentuk penghargaan, KDM memberikan bantuan uang sebesar Rp50 juta kepada Iwan.

“Umurnya sudah 91 tahun, tetapi tetap setia sebagai Linmas dan badannya masih tegap. Saya kasih hadiah berupa bantuan uang Rp50 juta,” pungkasnya.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.