EKSCHOOL.ID, – Pemerintah Kota Bandung mengirim 10 pelajar untuk mengikuti Petaling Jaya International Youth Leadership Camp 2026 di Malaysia.
Mereka tak hanya membawa misi memperkenalkan budaya Bandung, tetapi juga menjadi representasi karakter generasi muda Kota Bandung di tingkat internasional.
Delegasi tersebut mengikuti kegiatan di Petaling Jaya pada 22–28 Agustus 2026. Pelepasan dilakukan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung, 20 Agustus 2026.
Farhan mengatakan, keikutsertaan pelajar Bandung merupakan tindak lanjut dari undangan Pemerintah Petaling Jaya yang diterima pada 7 Mei 2026.
Kegiatan tersebut mempertemukan delegasi pemuda dari sejumlah sister city Petaling Jaya, antara lain Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, dan Indonesia.
Menurut Farhan, para pelajar tidak hanya dituntut tampil dalam presentasi maupun pertunjukan. Lebih dari itu, mereka membawa nama Bandung melalui sikap dan perilaku selama mengikuti kegiatan.
“Yang paling penting adalah anak-anak bukan hanya soal presentasi dan performance yang akan dilakukan. Yang harus ditunjukkan adalah sikap dan perilaku yang baik sebagai representasi Bandung di mata dunia,” kata Farhan, dikutip dari laman resmi JabarProv, Senin 24 Agustus 2026.
Farhan meminta para delegasi menjaga sikap, kekompakan, serta etika selama mengikuti kegiatan internasional tersebut.
Ia juga mengarahkan para pelajar memanfaatkan media sosial untuk membagikan informasi dan pengalaman positif selama berada di Malaysia, bukan sekadar memamerkan aktivitas.
“Jangan pakai untuk flexing tetapi gunakan untuk berbagi informasi yang berguna. Kalian sudah resmi menjadi delegasi Kota Bandung untuk berhadapan dengan dunia,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar telah menyiapkan sejumlah materi mengenai perkembangan Kota Bandung, kesenian, museum, sejarah, hingga Balai Kota Bandung.
Mereka juga akan memperkenalkan permainan tradisional khas Sunda, seperti cingciripit dan oray-orayan, sebagai bagian dari kekayaan budaya Bandung.
Selain itu, para peserta akan membuat maket Kota Bandung menggunakan material daur ulang. Kegiatan ini menjadi bagian dari aktivitas kreatif sekaligus edukatif selama camp berlangsung.
Farhan turut menguji pengetahuan para peserta mengenai sejarah Bandung, termasuk Konferensi Asia Afrika 1955 yang menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah diplomasi Indonesia.
“Pesertanya dari 29 negara Asia dan Afrika yang kebanyakan baru saja merdeka sama seperti Indonesia. Itulah sejarah penting Bandung ketika berbicara mengenai konferensi tahun 1955,” jelasnya.
Farhan menekankan, pendidikan tidak hanya bertujuan membentuk kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan sikap yang menjadi bekal penting bagi generasi muda.
“Togetherness, kebersamaan, kekompakan itu sangat penting. Akan terlihat bahwa anak Indonesia kompak jangan sendiri-sendiri,” ungkapnya.
“It is attitude, not aptitude, to go to altitude. Jadi ini tentang karakter dan sikap,” ujarnya.
Sepuluh delegasi tersebut berasal dari tingkat SMP dan SMA, di antaranya SMP Cendekia Muda, Talenta Juara, SMP Kartika, SMPN 5 Bandung, SMA Taruna Bakti, dan SMAN 3 Bandung.
Trismawati serta Rizki Dian Septiani turut mendampingi delegasi sebagai narahubung Pemerintah Kota Bandung selama kegiatan berlangsung.
Farhan juga mengingatkan para pelajar agar memperhatikan berbagai aspek selama perjalanan, mulai dari imigrasi, bagasi, jadwal kegiatan hingga aturan yang berlaku selama berada di Malaysia.
“Ini undangan resmi antara pemerintah. Jadi kalian sudah resmi menjadi delegasi Kota Bandung untuk berhadapan dengan dunia,” pesannya.
Keikutsertaan dalam ajang internasional tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan, kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta jiwa kepemimpinan para pelajar Bandung.
“Semoga ini menambah pengalaman yang luar biasa bagi kalian semua,” tuturnya.








