EKSCHOOL.ID – Ahli saraf kognitif dan penulis sains Christian Jarrett menjelaskan bahwa pada kenyataannya, memang banyak orang yang memiliki psikologis kronotipe atau bangun pagi cenderung membuatnya lebih produktif.
Dikutip laman Science Focus, kronotipe merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan preferensi tidur seseorang. Ada orang yang dikenal sebagai burung pagi atau “early risers” yang lebih suka bangun pagi dan orang yang disebut burung hantu atau “night owl” yang cenderung begadang dan bangun siang.
Umumnya (60%) manusia adalah campuran dari keduanya, dengan preferensi tidur yang berbeda-beda.
Tidak hanya tentang waktu tidur dan bangun, kronotipe juga mencakup waktu optimal seseorang berfungsi dengan baik. Misalnya, burung pagi cenderung lebih aktif di pagi hari, sementara burung hantu merasa lebih segar di malam hari.
Kecenderungan di atas dapat memengaruhi kinerja dan produktivitas seseorang, terutama dalam pekerjaan yang melibatkan waktu kerja malam atau shift malam.
Faktor lain yang memengaruhi kronotipe adalah jenis kelamin dan usia. Wanita lebih cenderung menjadi burung pagi, sementara pria cenderung menjadi burung hantu.
Pada masa remaja, manusia cenderung lebih dominan tidur larut malam. Namun, kecenderungan ini dapat berubah seiring bertambahnya usia, seperti orang tua yang cenderung bangun lebih awal.
Kronotipe ini tidak sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetik. Melainkan, hal ini dipengaruhi oleh lingkungan dan rutinitas sehari-hari kita.
Jadi, jika ingin mencoba menjadi orang yang lebih suka bangun pagi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Hindari perangkat digital di malam hari karena layar perangkat elektronik dapat mengganggu ritme tidur. Cobalah untuk menghindarinya sebelum tidur.
- Tidur lebih awal secara bertahap. Cobalah untuk tidur 15-30 menit lebih awal setiap malam hingga kamu mencapai waktu tidur yang diinginkan.
- Berikan hadiah pada diri sendiri berupa sesuatu yang menyenangkan untuk bangun pagi. Seperti secangkir kopi segar, jalan-jalan santai, atau waktu untuk diri sendiri.
Namun, perubahan kronotipe mungkin tidak selalu menghasilkan peningkatan kebahagiaan. Sebuah studi menunjukkan bahwa perubahan kronotipe pada musim panas tidak selalu berdampak positif pada kebahagiaan. Ini mengisyaratkan bahwa hubungan antara tidur awal-bangun pagi dan kebahagiaan mungkin lebih kompleks daripada yang kita pikirkan.










