EKSCHOOL.ID, – Indonesia melalui pergelaran angklung yang diinisiasi oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) berhasil memecahkan rekor dunia Guinness World Record (GWR).
Gelaran tersebut mencatatkan rekor permaianan angklung dengan peserta terbanyak, yakni 15.110 orang.
Tak banyak yang tahu, bila pergelaran tersebut ada andil besar dari Saung Angklung Ujdo (SAU)
Sebagai tujuan wisata yang fokus pada pergelaran musik tradisional angklung dan bambu, SAU dipercaya menjadi konseptor pada kegiatan tersebut.
Para peserta memainkan lagu ‘Berkibarlah Benderaku’ dan ‘Wind of Change’ dengan angklung selama tujuh menit.
Direktur Utama PT Saung Angklung Udjo (SAU) Taufik Hidayat Ujdo mengatakan, persiapan dilakukan timnya selama kurang lebih 6 bulan.
Dalam waktu yang singkat itu, mereka harus bisa mengonsep pertunjukan, termasuk melatih para peserta.
“Dari mulai bikin angklung itu persiapannya 6 bulan. Jadi kami bulan pertama bikin angklung, kemudian membuat konsep dan lain-lain,” kata Taufik di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Kota Bandung, Sabtu (12/8/2023).
SAU bersama para mitra perajin diminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk menyiapkan 20.000 lebih angklung yang dibagikan kepada peserta.
Mereka pun berusaha membuat angklung dengan tenaga yang tersisa. Sebab, menurutnya, akibat kondisi pandemi Covid-19 banyak perajin mereka yang bealih profesi.
“Kendalanya, kami harus membuat 22 ribu angklung dengan kondisi perajin yang sedikit. Karena, perajin angklung kami ada yang sudah jadi kuli bangunan, tukang ojek, dan lain-lain,” ujarnya.
Meski begitu, ia bersyukur, pergelaran angklung itu bisa berjalan lancar dan sukses.
“Betapa kami merasa bersyukur menjadi pelaku dalam melaksanakan itu untuk meng-arrange angklungnya, pelatih, dan juga para peserta. Saya merasa pada saat itu bukan sekadar hanya sebuah pergelaran musik, tetapi ini sebuah semangat bersama, persatuan, yang bisa membuat kami berpikir tentang harmoni,” jelasnya. (FID)










