EKSCHOOL.ID, – Lama tak terdengar gaungnya, grup band asal Bandung ST12 melahirkan karya terbarunya. Kali ini, mereka menggandeng solois Malaysia bernama Hazama.
Sebuah single berjudul ‘Harapan Tak Kunjung Usai’ dilepas dalam waktu dekat di platform musik Indonesia dan Malaysia.
Single yang diciptakan Ilham Febry atau Pepep ST12 ini mengusung genre pop melayu dengan nuasan rock n roll.
Hazama mengatakan, ini adalah kolaborasi pertama dia dengan musisi Indonesia. Sebuah peluang yang menurutnya, bisa dimanfaatkan untuk membesarkan namanya sebagai penyanyi di Indonesia.
Berasal dari Malaysia, Hazama menilai kolaborasinya dengan ST12 berjalan lancar. Kemiripan budaya dan bahasa membuat proses produksi dilakukan dalam waktu yang cepat.
“Saya sebagai penyanyi solo di Malaysia, saya ambil peluang ini untuk meluaskan lagi nama saya di Indonesia, dan kolaborasi ini saya lakukan bersama ST12,” kata Hazama ditemui jpnn di salah satu studio rekaman di Kota Bandung, belum lama ini.
Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Malaysia ini menjelaskan, proses produksi lagu dilakukan secara virtual dan tatap muka.
Ia pun mengaku tak ragu menerima tawaran kolaborasi ini karena menyukai melodi dan penulisan dalam single ‘Harapan Tak Kunjung Usai’.
Hazama yang punya karakter suara khas ini dipersilakan mengeksplore kemampuannya berolah vokal.
“Dari segi melodi lagu ini saya suka, dan ini merupakan penulisa dari segi penceritaan yang saya suka. Jadi apa salahnya saya coba kali ini. Melodinya saya rasa cocok dengan saya,” ujarnya.
Selain itu, ia menyebut lagu ini menjadi yang paling beda dari single-single hits yang sudah dirilis.
Maka dari itu, ia berharap lagu kolaborasinya bisa diterima pendengar musik di Malaysia dan Indonesia, khususnya.
Di tempat yang sama, Pepep mengungkapkan kalau kolaborasi ini dibuat untuk meluaskan pangsa pasar musik mereka.
“Sebenarnya ini project yang kami buat adalah untuk mencari sesuatu yang berbeda. Yang mana Indonesia dan Malaysia adalah sebuah negara yang satu rumpun. Secara industri pun kami tidak bisa menyangkal bahwa penikmat musik di Malaysia juga penikmat musik di Indonesia, kami sama-sama punya genre musik yang sama dan taste yang sama,” ungkap drummer ST12 itu.
Ia membocorkan, proses pembuatan single ini memakan waktu hampir dua bulan.
“Kami mau mencari yang terbaik dan mudah-mudahan bisa diterima seluruh penikmati musik di Asia,” tuturnya. (FID)









