EKSCHOOL.ID, – Musisi muda dan drummer, Bunga Bangsa (18) merilis single terbaru yang diberi judul ‘Rurah’. Dalam karyanya itu, perempuan asal Semarang ini menggambarkan tentang ketamakan manusia.
Rurah menjadi karya ketiganya setelah merilis Panggrantesing Jagad (2020) dan Prahara Rusaking Jagad (2022).
Ditemui di Bandung, perempuan bernama lengkap Monica Kezia Bunga Keinanti ini menyatakan bahwa ‘Rurah’ mengangkat tema egosentris manusia. Hal itu membuat manusia memikirkan keinginan dirinya tanpa mempedulikan cara yang ditempuh.
Hasrat yang tak pernah habis itu tanpa sadar merusak semua yang ada di sekitarnya, bahkan menghancurkan alam dan dirinya sendiri.
BACA JUGA INI GENGS…Seni Calung Tak Ingin Tergerus Zaman
“Inilah cikal bakal yang menjadikan manusia memiliki ideologi sampah karena menghancurkan alam. Intinya saya ingin mengajak semua untuk menjaga bumi,” ucap penggemar dari Mike Portnoy (eks Dream Theater), Luke Holland, Meytal Cohen, Gilang Ramadhan (Krakatau), dan Rifki 13 (7 Kurcaci).
Semua itu digambarkan dari video klip yang sudah diproduksi. Ia memerankan tiga karakter yang berbeda. Yakni, ratu ideologi sampah, pemberontak, dan terakhir rakyat jelata.
Ratu Ideologi Sampah menjadi simbol metafora dari ideologi negatif sebagai bentuk kekuasaan, ketidakpedulian, rasa angkuh yang selalu haus sanjungan. Pemberontak menjadi simbol kebebasan dan idealisme yang memberikan perlawanan. Sedangkan rakyat adalah simbol korban keegoisan.
Ada Konsep Baru di Now Playing Festival Tahun 2023, Guys!
Dari sisi proses kreatif, ia mengeksplorasi kemampuan menabuh alat perkusi. “Di single ini beda banget, aku main perkusi. Menujukan sisi aku yang berbeda,” ucapnya.
Bunga menghadirkan elemen budaya sebagai penguat karya dengan cara memasukkan suara gamelan Banyuwangi dan ritme latin perkusi. Ia berkolaborasi dengan Komunitas Musik Tradisional Banyuwangi dan Komunitas Perkusi USBP (United States of Bandung Percussion). (F)








