EKSCHOOL.ID, – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tancap gas mendorong perluasan program gentengisasi yang digagas pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Dedi usai bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, di Jakarta, Selasa (23/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Dedi tak ingin pasokan genteng hanya bergantung dari Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Ia mengusulkan agar sentra produksi lain di Jawa Barat ikut dilibatkan, salah satunya genteng Plered, Kabupaten Purwakarta.

“Hari ini saya di Jakarta ketemu Pak Menteri, ngurusin genteng. Itu bukan hanya dari Majalengka, tapi juga ada dari Purwakarta, yaitu genteng Plered,” ujar Dedi.

Menurutnya, pelibatan lebih banyak daerah akan memperluas dampak ekonomi bagi para perajin genteng di Jawa Barat.

Di sisi lain, Maruarar Sirait memastikan distribusi genteng asal Jawa Barat berjalan lancar. Dari sisi kualitas hingga harga, disebutnya telah memenuhi standar program.

“Kemarin hasilnya bagus, kualitasnya baik, harganya masuk. Awalnya ada 14 truk, nanti bulan ini disiapkan jadi 600 truk,” ungkap Maruarar.

Distribusi dalam skala besar itu ditargetkan mulai berjalan pada Mei 2026.

“600 truk di bulan Mei,” tegasnya.

Saat ini, pemerintah tengah mematangkan kesiapan produksi hingga pengiriman agar mampu memenuhi kebutuhan program perumahan nasional.

Program gentengisasi sendiri diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat, sekaligus menggerakkan industri genteng lokal agar terus tumbuh.

Sebelumnya, gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti atap rumah berbahan seng dan asbes dengan genteng mendapat sambutan positif dari Dedi Mulyadi.

Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan arah penataan permukiman di Jawa Barat yang selama ini sudah mengedepankan aspek estetika.

“Jawa Barat dari dulu sudah mengkritisi rumah yang pakai asbes dan seng, karena secara tampilan tidak sesuai dengan prinsip estetika,” tandasnya.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.