EKSCHOOL.ID, – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM mengajak pemerintah menjadikan semangat Resolusi Jihad sebagai pijakan dalam mengelola anggaran negara agar lebih berpihak kepada rakyat.
Menurutnya, perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang digaungkan para ulama pada 22 Oktober 1945 harus dilanjutkan melalui kebijakan anggaran yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat, bukan kepentingan jangka pendek.
Pesan tersebut disampaikan KDM bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026). Dia menilai, semangat Resolusi Jihad yang dicetuskan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari, harus tetap relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bagi KDM, jihad pada masa kini tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari ancaman agresi, tetapi juga upaya membebaskan masyarakat dari persoalan kesejahteraan melalui kebijakan pemerintah yang tepat sasaran.
“Resolusi jihad hari ini harus bagaimana? Kita tetap beresolusi sebagai penyelenggara negara. Mengelola keuangan negara, keuangannya harus resolusi, berpihak pada kemerdekaan dari agresi kepentingan-kepentingan jangka pendek, kepentingan-kepentingan di luar kepentingan negara dan masyarakat,” ujar KDM.
Dia menegaskan, anggaran pemerintah daerah harus diprioritaskan untuk program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan dasar lainnya menjadi kebutuhan yang harus mendapat perhatian utama.
Keberpihakan tersebut, kata KDM, juga harus diwujudkan melalui intervensi konkret bagi masyarakat miskin. Di antaranya, pemasangan jaringan listrik bagi warga yang belum terjangkau layanan tersebut serta pembangunan rumah layak huni.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, pemerintah juga perlu memperkuat upaya penanganan persoalan gizi buruk, stunting, serta tingginya risiko kematian ibu dan anak yang masih menjadi tantangan di Jawa Barat.
“Belanjanya, utamakan belanja untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan berbagai layanan lainnya. Termasuk memasang jaringan listrik untuk warga miskin, membangun rumah rakyat miskin,” katanya.
Tekan Belanja Seremonial
Di sisi lain, KDM mengingatkan pemerintah daerah agar lebih cermat dalam mengatur belanja. Penggunaan anggaran harus benar-benar mempertimbangkan manfaat yang diterima masyarakat, bukan sekadar memenuhi kebutuhan kegiatan birokrasi.
Dia menyoroti sejumlah pos belanja, seperti makan dan minum, kegiatan di hotel, serta perjalanan dinas yang perlu dikendalikan agar tidak mengurangi alokasi untuk pelayanan publik.
Penataan belanja tersebut dinilai penting untuk memastikan kemampuan keuangan daerah sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pengelolaan yang lebih efektif, anggaran pemerintah dapat diarahkan pada program-program prioritas yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.
“Ini tentunya upaya untuk menata kemampuan keuangan pemerintah daerah agar selaras dengan Resolusi Jihad,” ujarnya.
Pada momentum Hari Santri Nasional, KDM turut menyampaikan ucapan selamat kepada para santri di seluruh Indonesia. Dia berharap semangat perjuangan para santri terus hidup melalui penguatan pendidikan, pencerdasan masyarakat, serta pembentukan karakter bangsa.
Menurutnya, perjuangan masa kini harus mampu melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan tidak mudah didominasi kepentingan pihak lain.
“Semoga jihad hari ini adalah jihad mencerdaskan pikiran, jihad menjernihkan hati, sehingga bangsa kita tumbuh menjadi bangsa yang tegak, bukan bangsa yang terhegemoni,” kata KDM.










