EKSCHOOL.ID, – Buat kalian pecinta teh, wajib datang ke Gedung Sate akhir pekan ini. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bank Indonesia bakal menyelenggarakan Java Tea Festival, yang merupakan bagian dari acara Karya Kreatif Pekan Kerajinan Jawa Barat (KKJ PKJB) 2023.
Teh artisan sendiri adalah olahan teh dengan bahan baku teh berkualitas tinggi yang dikombinasikan dengan bahan alami lain yang disebut tisane (bunga, buah, dan rempah).
Ketua Dekranasda Jabar Atalia Praratya mengatakan, ada yang berbeda pada gelaran KKJ PKJB kali ini karena pelaku industri teh artisan akan ambil bagian dalam kegiatan ini dan hal tersebut memberi warna baru dan edukasi bagi masyarakat, untuk mencoba rasa berbeda dari produk teh.
BACA JUGA INI GENGS…100 Kecap Nusantara Bakal Mejeng Dalam Sebuah Pameran di Unpad
“Kami akan menampilkan produk Teh Artisan KKJ PKJB. Jadi kami akan perkenalkan ke masyarakat luas. Semoga ini bisa mendorong masyarakat untuk datang dan tidak saja melihat perkembangan produk dari Jabar,” kata Atalia, Rabu (5/7/2023).
Dia menyebut, kegiatan KKJ tahun ini dipastikan lebih meriah dibandingkan yang lalu. Sedikitnya ada 120 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah akan meramaikan KKJ.
“Saya berharap, acara ini bisa mempertemukan antara para pengrajin, pelaku usaha, juga pembeli,” kata dia
Atalia bersyukur karena seiring dengan berakhirnya COVID-19 maka KKJ PKJB Tahun 2023 dapat digelar di ruang terbuka. Tidak hanya itu, 46 OPD, 27 Dekranasda kota/kabupaten, Bank Indonesia, perbankan dan stakeholder lintas sektor diklaimnya terlibat dalam KKJ PKJB tahun ini.
“Kami berharap ini betul-betul mampu membuka ruang. Selain untuk melestarikan produk pengrajin, termasuk juga pariwisata di Jawa Barat, kita juga mendorong agar supaya ini akses antara pembeli dan penjual, termasuk juga memperkenalkan produk-produk, termasuk keuangan inklusi, digital di seluruh Jawa Barat,” katanya.
BACA JUGA INI GENGS…Intip Produk Asesoris Unik dari Batuan Alam dan Tembaga ini Guys!
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Jeffri Dwi Putra menambahkan pada KKJ PKJB Tahun 2023 pihaknya menargetkan ada peningkatan perputaran uang hingga 15 persen ketimbang tahun lalu.
Khususnya pada bisnis ekonomi hijau yang memang tengah digencarkan dan elayanan pembayaran non-tunai juga bakal dioptimalkan pada kegiatan ini.
“Pada tahun lalu KKJ sebelumnya Rp12,9 miliar. Kali ini ditargetkan 15 persen khusus green economy. Kita lebih banyak mendorong transaksi non-tunai,” kata dia.
Provinsi Jawa Barat kontributor terbesar pengguna transaksi digital, khususnya QRIS.
“Jawa Barat hampir 30 persen, dimana UMKM penggunanya hampir 5,6 juta. Sementara pengguna Qris 8,5 juta,” kata Jeffri. (DSO).







