EKSCHOOL.ID, – Edwin Van der Sar, legenda kiper Manchester United dan Ajax Amsterdam ini dikabarkan mengalami pendarahan otak, pada Jumat 7 Juli 2023.
Lalu, apa itu pendarahan Otak?
Pendarahan otak merupakan kondisi medis serius yang dapat menyebabkan dampak yang fatal bagi penderitanya.
Saat ini, para peneliti medis telah menemukan terobosan baru dalam penanganan penyakit ini.
Sebuah tim ilmuwan di sebuah universitas terkemuka berhasil mengembangkan teknik revolusioner yang bertujuan untuk menghentikan pendarahan otak dengan lebih efektif dan mengurangi risiko komplikasi.
Melalui penelitian yang cermat dan uji coba klinis, metode ini menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan.
Teknik ini, yang disebut sebagai “terapi embolisasi selektif”, melibatkan penggunaan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah menuju area pendarahan otak.
BACA JUGA INI GENGS…Waspada Penyakit Sifilis yang Meningkat, Gengs!
Dalam prosedur ini, aliran darah yang keluar dari pembuluh darah yang pecah dihentikan menggunakan zat embolik, seperti busa medis yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang bocor untuk membantu menghentikan pendarahan.
Dr. Amanda Tan, salah satu anggota tim peneliti, menjelaskan,
“Teknik embolisasi selektif ini dirancang untuk memblokir pembuluh darah yang mengalami pendarahan dengan akurat dan tepat sasaran. Ini membantu mencegah kerusakan lebih lanjut pada otak dan mengurangi risiko komplikasi yang berhubungan dengan pendarahan otak.”
Metode ini telah diuji coba pada sejumlah pasien dengan hasil yang sangat menggembirakan.
BACA JUGA INI GENGS…Jutaan Warga Berobat ke Luar Negeri, Ratusan Triliun Devisa Hilang
Pasien yang menjalani terapi embolisasi selektif melaporkan penurunan yang signifikan dalam gejala pendarahan otak, termasuk penurunan tekanan intrakranial dan perbaikan dalam kondisi umum mereka.
Hasil ini memberikan harapan baru bagi ribuan orang yang menderita pendarahan otak setiap tahunnya.
Dr. Indra Rahmanto, seorang ahli bedah saraf terkemuka, menyambut baik temuan ini. “Terapi embolisasi selektif menunjukkan potensi yang luar biasa dalam pengobatan pendarahan otak. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam penanganan kondisi ini dan dapat mengubah hidup pasien yang terkena dampaknya.”
Meskipun masih ada pekerjaan yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan teknik ini dan memastikan keberhasilannya dalam jangka panjang, temuan ini memberikan harapan besar bagi pasien pendarahan otak di masa depan.
Para peneliti berharap bahwa terapi embolisasi selektif ini dapat segera diimplementasikan secara lebih luas dan membantu menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Pendarahan otak adalah masalah serius yang mempengaruhi banyak orang di seluruh dunia. Dengan adanya terobosan ini, diharapkan bahwa penanganan pendarahan otak akan semakin efektif dan memperbaiki harapan hidup pasien.










