EKSCHOOL.ID, – Sudah pada tau kan yah tahun 2024 itu di Indonesia dijadwalkan ada Pemilu serentak. Tapi dari tahun ini gembar gembornya mulai terasa. Partai mulai berkoalisi, tokoh mulai bermunculan dan digadang-gadang bakal maju jadi calon presiden.
Nah, pada tahun 2024 itu, sebagian besar peserta Pemilihan Umum (Pemilu) berasal dari golongan pemuda. Tercatat, sebanyak 60 persen generasi milenial dan generasi Z akan ikut berpartisipasi.
Jadi, dari perspektif itu, kayaknya istilah pemuda adalah faktor penentu masa depan Indonesia itu bisa jadi hal yang konkret.
Akademisi Universitas Airlangga (UNAIR), Nuke Faridha Wardhani berpesan dua hal kepada para pemuda berkaitan berhubungan dengan peran dan kontribusi pemuda menjelang tahun politik tersebut.
BACA INI JUGA GENGS…Kenali Tahapan Pemilu Tahun 2024, Urusan Milih ya Gimana Kalian
Dosen Departemen Ilmu Politik UNAIR itu menyebut, bahwa kesadaran akan politik sangat penting untuk ditanamkan dalam setiap orang. Tidak terkecuali pada pemuda yang akan menjadi tombak kemajuan dari sebuah negara.
Untuk itu, para pemuda harus meningkatkan kemampuan membaca. Kemampuan yang dimaksud yakni menambah intensitas bacaan dari berbagai sumber, hal ini demi menemukan informasi yang benar dan valid.
“Generasi muda ini (harus red) membaca berita-berita mengenai politik itu sendiri ya apalagi setahun menjelang Pemilu 2024. Nah, bagaimana mereka bisa melihat dan memahami apakah berita yang mereka dapatkan itu sumbernya jelas, apakah dari sumber yang kredibel, dan selanjutnya yang perlu dipahami adalah apakah mereka (para pemuda red) membandingkan satu berita dengan berita yang lain,” ucap dia.
BACA JUGA INI GENGS…Tahun ini Diprediksi Resesi, Waspada Tapi Harus Tetap Optimis!
Lewat proses tersebut, diharapkan muncul rasa kepedulian dan kritis. Selain itu, bisa membantu dalam menganalisis dan mendapatkan suatu kesimpulan yang maksimal.
Nuke juga berpesan kepada para pemuda untuk melakukan sosialisasi kepada lingkungan sekitar melalui gerakan nyata atau konten di sosial media. Masih banyak masyarakat di Indonesia yang sangat awam untuk masalah politik.
Sebagian besar di antara para pemilih dinilai hanya melihat ketokohan dan mengabaikan unsur lain seperti program kerja, partai pengusung dan lain sebagainya. Tentu hal ini sangat berpengaruh untuk masa depan Indonesia.
“Anak-anak muda tidak perlu membutuhkan dana yang sangat besar atau bahkan membutuhkan nama yang besar. Mulai dari gerakan selevel kampusnya untuk memberikan sosialisasi kepada teman-teman di sekitar kampusnya atau mungkin di kelompok masyarakat di sekitarnya agar mereka juga punya kesadaran politik yang tinggi,” pungkas Nuke.
Sumber :
Berbagai sumber










