EKSCHOOL.ID, – Dosen Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr rer nat Arif Luqman SSi MT berhasil meraih beasiswa Research Fellowship ke Jerman yang diberikan oleh Alexander von Humboldt Foundation.

Melalui beasiswa ini Arif berkesempatan melakukan riset di bidang mikroorganisme selama 24 bulan di Julius-Maximilian University of Würzburg, Jerman. Selama waktu itu, ia akan meneliti lebih dalam mengenai mikroflora alami di kulit manusia yang menghasilkan senyawa neurokimia untuk mengurangi gejala atopic dermatitis.

“Ide penelitian yang belum pernah ada sebelumnya menjadi salah satu kriteria seleksi pada beasiswa ini,” kata dia.

Rekam jejak riset dan publikasi karya ilmiah yang ditinjau melalui H Index Scopus turut menjadi pertimbangan. Diketahui bahwa riset Arief terdahulu mampu menemukan bakteri staphylococcus penghasil neurotransmitter di usus yang berperan dalam kolonisasi bakteri di usus dan di kulit yang mampu mempercepat penyembuhan luka terbuka.

BACA JUGA INI GENGS…Mau Kuliah di ITB? Simak Penjelasan Penerimaan Mahasiswa Baru ITB Tahun 2023

Penemuan gen yang mampu mendegradasi plastik di usus manusia juga menjadi salah satu riset terdahulu dari pria asal Mojokerto ini.

Saat mendaftar untuk program beasiswa, para peserta sudah harus memiliki referensi universitas yang dipastikan akan menerima peneliti melakukan riset di sana. Pemilihan kampus juga harus punya landasan yang kuat.

Julius Maximilian University of Würzburg tempat dia akan melakukan riset terkenal dengan studi mengenai interaksi bakteri dan inang yang akan menunjang topik penelitiannya.

Ia sangat bersyukur bisa terpilih menjadi salah satu penerima penghargaan tingkat internasional tersebut, karena proses seleksi dan persaingannya sangat ketat.

Sumber : Humas ITS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *