EKSCHOOL.ID, – Solois asal Jakarta, Danilla, tersenyum simpul, salah satu hits yang melambungkan namanya, “Senja Di Ambang Pilu” tengah dinyanyikan sekencang-kencangnya oleh ratusan penelisik (sebutan untuk penggemar) tepat dihadapannya. Menggema sekaligus menghangatkan malam Kota Kembang yang sempat diguyur hujan deras pada sore hari.

Pengalaman yang sebelumnya tidak pernah dirasakan di panggung-panggung rutin perempuan dengan nama lengkap Danilla Jelita Poetri Riyadi pun tengah ia lalui tepat di depan pelupuk mata, yakni sebuah aksi crowd surfing dari penonton sarat keringat yang terlampau antusias. Peristiwa yang lumrahnya terjadi di tengah-tengah karakteristik penonton festival musik berdistorsi.

Salah satu lagu yang diambil dari album debut ‘Telisik (2014)’ tersebut memang tersuguh di atas musik yang berbeda dari versi orisinalnya. Drumnya terdengar lebih rancak dengan tempo beat yang jauh lebih kencang. Sebuah presentasi musikal istimewa ini ia gelorakan secara khusus dalam panggung kolaborasi bersama grup rock-alternatif Ibu Kota, Perunggu, dalam bungkus pergelaran bertajuk “Lintas Resonan” pada Sabtu malam (15/7/2024) di Loonar, Jalan Cigadung Raya Tengah No. 16, Kota Bandung.

Danilla dan Perunggu dalam hematnya berdiri dan berkumpul di satu panggung yang sama secara berbarengan. Danilla yang memboyong band kesayangannya, Lafa Pratomo cs. dan Perunggu dengan formasi utuhnya, Maul Ibrahim (vokal, gitar), Adam Adenan (bass), dan Ildo Hasman (drum) meleburkan gaya musik masing-masing dan menjadikannya satu entitas musikal anyar.

Panggung rempukan ini merepresentasikan lagu-lagu andalan mereka dengan gairah kolaboratif yang ajeg, bergiliran, bersahut-sahutan, dan saling bertukar lagu satu sama lain dengan berbagai format, yaitu kolaborasi membawakan lagu Perunggu, kolaborasi membawakan lagu Danilla, Danilla membawakan lagu Perunggu, Perunggu membawakan lagu Danilla, dan keduanya membawakan lagu masing-masing yang bersumber dari diskografi unggul mereka yang menuai puja-puji, Perunggu dengan ‘Memorandum (2022)’ sedangkan Danilla menyomot dari ‘Lintasan Waktu (2017)’, ‘POP SEBLAY (2022)’, dan tentu saja ‘Telisik (2014)’.

Bisa dibilang, mayoritas lagu yang disuguhkan kehadapan 300 penonton yang menyemut malam itu merupakan hasil upaya rekonstruksi atau re-aransemen. Danilla rela menanggalkan kesenduan gaya bossanova/jazzy yang khas dan Perunggu mengubah letupan energy rock-nya ke arah yang lebih sendu nan manis, terlebih tatkala keduanya saling bertukar lagu dan berkolaborasi. Hasilnya adalah lintas resonansi yang bukan sekadar isapan jempol belaka.

Dalam sajiannya, Danilla dan Perunggu sejatinya memanjakan audience dengan pengalaman ekslusif. Lagu-lagu macam “Ada Di Sana”, “Aaa”, “Kalapuna”, “KIW”, hingga “Di mana?” beroleh persona barunya dengan kadar yang asing namun positif. Begitu pula dengan lagu-lagu milik Perunggu seperti “Biang Lara”, “Prematur”, “33x”, “Kalibata, 2012”, dan “Pastikan Riuh Akhiri Malammu”. Meski terdengar sedikit berbeda dari versi aslinya, koor massal dan sambutan riuh tetap tak terelakan dari para penggemar setia mereka, Merunggu.

Selama hampir 2 jam, Danilla dan Perunggu menghadirkan total 11 Lagu yang memiliki jaminan tidak mudah dilupakan bagi siapa saja yang hadir pada momentum itu. Belum lagi, konsepsi acaranya sendiri dibuat sangat nyaman dan hangat. Tidak ada sekat antara musisi dan penggemar. Danilla dan Perunggu bisa melakukan interaksi secara langsung dengan para penggemar, begitupun sebaliknya. Bahkan sesekali menyelinap humor-humor menggelitik yang diiringi gelak tawa di setiap jeda lagu yang membuat suasana semakin akrab.

Wendi Putranto, selaku Representatif Lintas Resonan mengatakan, Lintas Resonan sendiri hadir sebagai wadah bagi para musisi dan pecinta musik yang memberikan semangat berekspresi dan bereksplorasi untuk melakukan sesuatu yang melampaui kebiasaan. Dan untuk edisi perdananya ini ia mengaku puas.

“Karena ini panggung pertama pastinya dari sisi percobaannya masih trail dan error. Tapi dari saya sendiri, sih, puas karena beberapa hal yang sangat berbeda (berhasil digabungkan), kan kita tahu, ya, karakter musik Danilla, dan Perunggu yang rock seperti itu, (ternyata) ini bisa nge-blend, bisa menyebrang. Masing-masing musiknya menyebrang tanpa ada banyak kendala. Kolabarasi ini kan kayak dua band digabung jadi satu, masing-masing band punya karakter, dan karakternya udah ketemu malam ini dan untuk show berikutnya akan di-improve lebih banyak lagi, baik itu dari sisi lagu maupun sisi kolaborasinya,” katanya saat ditemui usai acara.

Adapun mengenai keterpilihan Danilla dan Perunggu dalam kolaborasi perdana Lintas Resonan ini, pertimbangan utamanya ada pada karakter masing-masing yang cukup berbeda, dan dengan begitu menurut Wendi Putranto jika keduanya dileburkan hampir dipastikan akan tersajinya sajian musik yang unik dan juga baru, termasuk bersejarah.

“Kolaborasi itu akan kaya kalau terjadi komplementer antara keduanya, jadi perbedaan musik, perbedaan lirik, perbedaan bagaimana mereka mempresentasikannya di atas panggung. (Hal) itu yang menjadi menarik, karena seperti yang kita tahu, Danilla dengan (musik) bossanovanya, (cenderung) mid tempo, sedangkan Perunggu mengguncang dengan dinamika rock meninggi dan (ketika dilebur) ini akan menjadi sajian yang menarik karena belum pernah dilakukan di panggung manapun dan ini tentunya jadi malam yang bersejarah bagi dua band ini. Bagaimana mereka bisa bergabung serta mengesampingkan perbedaan-perbedaan dan saling melengkapi musik yang mereka mainkan,” bebernya.

Selain itu, Wendi Putranto juga mengungkapkan terkait animo yang besar dari penonton di Bandung. Sejarah lain juga berhasil tercipta di panggung ini.

“Animonya bisa dilihat, mereka nyanyi, lagu-lagu Danilla mereka semua hafal, begitupun dengan lagu-lagu Perunggu, masing-masing penonton hafal. Bahkan ketika Danilla menyanyikan lagu Perunggu, Perunggu menyanyikan lagu Danilla tadi ada yang crowd surfing. Biasanya kalau Danilla main (manggung) gak ada yang crowd surfing, ini menjadi satu pemandangan yang unik dan belum pernah ada sebelumnya, ada crowd surfing di lagu Danilla! Kalau di panggungnya Perunggu gak usah ditanya, karena kalau setiap mereka main, penonton pogo, moshing, dan crowd surfing. Tapi malam ini menjadi malam yang bersejarah karena ada crowd surfing di lagunya Danilla,” ujarnya.

“Tiket Sold Out! 300 tiket, itu juga dalam waktu singkat terjualnya. Bahkan untuk yang show mereka (Perunggu x Danilla) berikutnya, tepatnya dua minggu lagi di Lawang Wangi juga almost sold out,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Danilla menyampaikan kesannya saat tampil di show perdana Lintas Resonan bersama Perunggu. “Seneng, pasti seneng, dan akhirnya memiliki panggung yang menyenangkan dan jenaka itu terwujud bersama Perunggu di Lintas Resonan,” tuturnya.

Hal ini juga senada dengan yang disampaikan, Adam Adenan, bassist Perunggu. “Seneng juga, seneng banget. Kita kan adoring banget Danilla dari dulu, dapat kesempatan collab, tuh, kayak dream comes true, terima kasih Lintas Resonan,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Lintas Resonan merupakan pergelaran yang menampilkan kolaborasi dua musisi lintas genre yang diselenggarakan di sepuluh titik di lima kota, selain Danilla yang diduetkan dengan Perunggu ada duet maut antara Sore dan Barasuara, dan Kolaborasi Efek Rumah Kaca dan Barasuara.

Berikut detail show Lintas Resonan yang akan datang, Kolaborasi Danilla x Perunggu: Bandung 29 Juni, Cirebon 6 Juli, dan Karawang 13 Juli. Lalu kolaborasi Sore x Barasuara: Cirebon 22 Juni, Bandung 27 Juli, dan Semarang 3 Agustus. Dan kolaborasi Efek Rumah Kaca x Barasuara akan menyambangi Bandung 20 Juli, Semarang 10 Agustus, dan Tangerang Selatan pada 24 Agustus 2024.

Untuk tiket tiap show bisa didapatkan melalui Kiostix seharga Rp100.000 (sudah termasuk F&B, merchandise, dan produk sponsor) dan terbatas hanya 300 tiket di setiap lokasi. Informasi detail terkait jadwal dan venue acara bisa dicek melalui di media sosial Instagram, YouTube dan Tiktok @lintas.resonan.

1 Komentar

  1. Hey, been messing around on 8888p lately. Pretty decent platform, easy to get around. Worth checking out if you’re bored. Check it out here: 8888p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *