EKSCHOOL.ID, – Prediksi musim kemarau yang lebih panjang dan kering tahun ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi meningkat selama musim kemarau, mulai dari diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, hingga malnutrisi.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengatakan, berkurangnya ketersediaan air bersih saat kemarau dapat memicu penurunan sanitasi lingkungan. Kondisi tersebut membuat virus dan bakteri lebih mudah berkembang sehingga meningkatkan risiko penyakit, terutama diare.

Selain itu, suhu udara yang lebih panas selama musim kemarau juga berisiko menyebabkan dehidrasi hingga heatstroke atau sengatan panas. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar akibat paparan suhu tinggi dalam waktu lama.

Vini mengingatkan masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala heatstroke, seperti suhu tubuh mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, kulit terasa panas dan memerah, pusing, hingga muntah.

“Apabila mengalami gejala suhu tubuh lebih dari 40 derajat Celsius, kulit panas dan merah, pusing, muntah, segera cari pertolongan medis,” kata Vini, dalam keterangan tertulisnya, Selasa 23 Juni 2026.

Ancaman lain yang perlu diwaspadai selama kemarau adalah ISPA. Penyakit ini kerap meningkat akibat memburuknya kualitas udara yang dipengaruhi debu, asap, maupun kebakaran lahan yang sering terjadi saat musim kering.

Tak hanya itu, kemarau berkepanjangan juga berpotensi memengaruhi produksi pangan akibat kekeringan. Jika kondisi tersebut berlangsung lama, masyarakat berisiko mengalami gangguan pemenuhan gizi yang dapat berujung pada malnutrisi.

Untuk mengurangi risiko berbagai penyakit tersebut, Dinkes Jabar mengimbau masyarakat menerapkan langkah-langkah pencegahan sejak dini. Di antaranya dengan memperbanyak konsumsi air putih, beristirahat yang cukup, menggunakan topi atau payung saat beraktivitas di bawah terik matahari, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Vini juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit selama musim kemarau.

“Jangan membakar sampah dan lahan,” pungkasnya.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.