EKSCHOOL.ID, – Dua robot buatan tim Banyubramanta dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dinobatkan menjadi juara dalam ajang perlombaan nasional Technogine Bandung.

Pada perhelatan berbasis teknologi yang diselenggarakan di Telkom University ini, tim Banyubramanta mengusung robot bawah air pintar yang harus menyelesaikan berbagai misi.

Dua robot pintar yang diberi nama Stevanus dan Petrus ini sukses memperoleh dua posisi juara berurutan. Yakni pada kategori Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) sebagai juara I dengan penghargaan Best Pilot & Best Design ROV dan juga meraih juara II.

General Manager tim Banyubramanta ITS, Ardiar Diandra Putra Suharsono menjelaskan bahwa dalam sistem penilaian perlombaan terdapat tiga misi yang harus diselesaikan oleh robot ROV. Namun, terdapat tantangan tersendiri yang harus dihadapi pada kategori ROV ini.

BACA JUGA INI GENGS….60 Persen Milenial dan Gen Z Tercatat jadi Pemilih di Pemilu, Perhatikan Ini Guys

“Adanya berbagai obstacle yang harus ditaklukkan selama penangkapan bola menjadi tantangan bagi tim dalam menentukan material dan desain yang sesuai dari robot,” kata mahasiswa tahun ketiga ini melalui siaran pers yang diterima.

Tim Banyubramanta lebih memfokuskan pada misi penangkapan dan pemindahan bola. Misi ini dianggap lebih sulit karena banyak dari peserta sebelumnya yang gagal akibat pemilihan bentuk atau desain yang kurang tepat untuk penggunaan gripper-nya.

Mereka sudah menyiapkan gripper terbaik yang lebih efisien dari sebelumnya, sehingga banyak membantu tim ITS dalam mencetak poin,” imbuh mahasiswa tahun ketiga ini.

Ia mengakui bahwa ada beberapa kendala yang ditemui. Di antaranya, sistem perlombaan yang sebelumnya dilaksanakan secara daring, pada tahun ini robot ROV harus direalisasikan secara fisik.

BACA JUGA INI GENGS…Unair Siapkan Golden Ticket, Kalian Punya Kesempatan Bisa Masuk Tanpa Tes!

Hal ini membuat tim perlu bekerja lebih keras, terlebih pada tahapan persiapan atau pembuatan robot ROV yang akan dilombakan. “Sempat terjadi beberapa perombakan baik dari segi elektrik, mekanik, dan bagaimana robot diprogram,” paparnya.

Ardiar menyatakan prestasi yang sudah diraih bisa menjadi motivasi untuk melakukan riset dan mengukir prestasi di berbagai kompetisi baik di ajang nasional maupun internasional.

Sumber : humas ITS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *