EKSCHOOL.ID, – Satu dari lima sekolah dasar (SD) di Korea Selatan memiliki kurang dari 60 siswa. Angka kekurangan di sekolah ini meningkat 2,3 kali lipat dibandingkan pada 2003.

Kementerian Pendidikan di Korea Selatan mencatat, menurunnya jumlah siswa di sekolah dasar karena bagian dari dampak penurunan angka kelahiran negara.

Diperkirakan penurunan ini juga akan menyebar ke tingkat sekolah menengah pertama (SMP), bahkan hingga ke tingkat SMA.

Menurut Data Statistik Korea Selatan, jumlah kelahiran turun dari 406.000 pada 2016 menjadi 357.771 pada 2017 atau turun hampir 50.000.

Hal ini memengaruhi jumlah siswa yang akan menjadi siswa kelas satu pada 2024 ini. Artinya mereka yang lahir pada tahun 2016, hampir tidak melewati angka 400.000, yaitu 401.752.

Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Kependudukan di Universitas Nasional Seoul, kata Cho Young-tae, mengatakan penurunan jumlah siswa kelas satu (SD) merupakan sesuatu yang tidak terjadi begitu saja, melainkan bisa diprediksi dari angka kelahiran pada tahun-tahun sebelumnya.

“Ini adalah masalah nyata yang bisa diprediksi pada tahun 2017 ketika jumlah bayi baru lahir anjlok,” ucapnya.

Menurutnya, permasalahan yang dihadapi negara adalah kurangnya kesadaran masyarakat dan pejabat pemerintah mengenai dampak angka sederhana ini terhadap masyarakat.

“Ini bukan hanya persoalan angka kelahiran saja. Sistem pendidikan akan hancur seiring dengan tingkat penurunan angka kelahiran dan jumlah anak yang dilahirkan setiap tahunnya saat ini. Akan ada efek domino, semuanya saling berhubungan,” kata Cho Young-tae.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *