EKSCHOOL.ID, – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mematangkan konsep Sekolah Manusia Unggul melalui uji publik pedoman yang digelar pada 29 April 2026. Program ini disiapkan sebagai langkah menghadirkan layanan pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dan potensi setiap siswa.
Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Deden, menegaskan program tersebut tidak ditujukan untuk menciptakan sekat antarpeserta didik, melainkan memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang tepat dan berkeadilan.
“Sekolah Maung bukan untuk membedakan, tetapi untuk memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai. Baik yang memiliki kecerdasan dan prestasi tinggi maupun yang membutuhkan perhatian khusus,” ujar Deden, dikutip dari laman resmi jabarprov.go.id, Selasa 5 Mei 2026.
Menurutnya, konsep Sekolah Maung dirancang untuk mengakomodasi keberagaman potensi siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan bakat diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal.
Tak hanya itu, program ini juga diarahkan menjadi model percontohan dalam peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat.
Dalam proses penyusunannya, Dinas Pendidikan Jabar melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perguruan tinggi, Forum Kepala Sekolah Swasta, hingga Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat.
Pelibatan lintas pihak ini dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang dirumuskan lebih komprehensif serta responsif terhadap kondisi di lapangan.
“Masukan dari berbagai pihak sangat kami harapkan agar program ini benar-benar tepat sasaran dan mampu mencetak generasi manusia unggul di Jawa Barat,” kata Deden.
Pemprov Jabar menilai, kebijakan ini akan berdampak langsung pada masyarakat melalui sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis potensi siswa.
Ke depan, program Sekolah Manusia Unggul ditargetkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kompetitif di tingkat nasional, tetapi juga siap bersaing di kancah global.










