EKSCHOOL.ID, – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan puluhan ribu siswa SMA yang tidak lolos ke sekolah negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 tetap dapat melanjutkan pendidikan. Biaya pendidikan mereka akan ditanggung Pemprov Jabar melalui skema kerja sama dengan sekolah swasta mitra.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tidak ada lagi kendala terkait pembiayaan siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Menurut Dedi, jumlah siswa SMA yang diperkirakan tidak diterima di sekolah negeri tahun ini berkisar antara 70 ribu hingga 80 ribu orang. Angka tersebut dinilai lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Hitungan kita ada sekitar 70.000 sampai 80.000 siswa SMA yang tidak bisa diterima di sekolah negeri. Menurut saya ini menurun dibanding tahun lalu karena tahun lalu lebih besar. Hari ini sudah lebih sedikit dan itu akan dibiayai oleh Pemprov Jabar untuk bersekolah di sekolah swasta yang sudah menyepakati menjadi mitra,” kata Dedi, dalam keterangannya, Selasa 23 Juni 2026.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen memastikan tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan akses pendidikan hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
Terkait pernyataan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) yang menyebut tidak ada kerja sama dengan pemerintah, Dedi menegaskan bahwa Pemprov Jabar menjalin kerja sama langsung dengan masing-masing sekolah swasta, bukan melalui organisasi.
“Kita bekerja sama dengan sekolah, bukan dengan organisasi. MOU kita bukan dengan ormas, tetapi dengan sekolahnya. Kalau BMPS membantah, sementara sekolahnya bersedia, ya tidak ada masalah,” tegasnya.
Dedi mengungkapkan, hingga saat ini sudah terdapat sekitar 700 sekolah swasta yang menyatakan kesediaan menjadi mitra Pemprov Jabar dalam program tersebut. Kesediaan itu dibuktikan melalui surat pernyataan resmi yang telah disampaikan kepada pemerintah daerah.
“Yang sudah menyatakan bersedia dengan surat pernyataan ada 700 sekolah,” ujarnya.
Dengan jumlah sekolah mitra yang terus bertambah, Pemprov Jabar optimistis seluruh siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah sekolah swasta yang akan bergabung dalam program kerja sama tersebut berpotensi mencapai 800 sekolah.
“Yang penting tugas saya adalah anak-anak Jawa Barat harus sekolah dan biayanya disiapkan oleh Pemprov,” pungkas Dedi.









